Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Januari 2015

Pelajaran Hidup Dari Film Stand By Me Doraemon


Udah pada nonton Film Stand By Me Doraemon belum nih? Gimana kesan nya? Selain memang film ini sangat menghibur, ternyata lebih jauh dari itu dalm film ini tersirat bebrapa pesan positif. Udah pada tau belum pesan moral dari perpisahan doraemon dan nobita ini? Lanjuuuut. Cekidot

Percaya Diri
Beberapa adegan dalam film ini, menggambarkan kesialan yang kerap dialami Nobita, akibat terlalu mengandalkan alat bantuan dari Doraemon. Salah satunya adalah pada saat Nobita ingin menarik perhatian Shizuka (teman wanita yang disukai Nobita), karena tak percaya diri untuk berusaha, Nobita justru menggunakan alat canggih bernama Telur Peniru, sialnya rasa suka yang diharapkannya justru jatuh kepada orang lain. Tak jarang rendahnya rasa percaya diri membuat seseorang mudah menyerah untuk mengejar tujuannya, dari film Stand By Me Doraemon, tersirat pesan moral dimana segala usaha yang dilakukan, seharusnya dilandasi dengan rasa percaya diri.

Kegigihan (Pantang Menyerah)
Pesan moral lainnya yang dapat dipetik dari film ini adalah, bagaimana kegigihan atau sifat pantang menyerah sangat berpengaruh pada masa depan. Di dalam salah satu adegan, ditunjukkan bagaimana Nobita berusaha sekuat tenaga tanpa menyerah menyelamatkan Shizuka dewasa dari kematian akibat terjangan badai salju. Di adegan lainnya yang menunjukkan kegigihan Nobita adalah, ia tak mau menyerah saat harus melawan Giant walaupun harus terjatuh berkali-kali.

Mau Belajar Dari Kesalahan
Nobita yang digambarkan sebagai anak yang ceroboh, malas dan kurang pandai dalam film ini, akhirnya dapat melalui masalah-masalah yang dihadapinya dengan memperbaiki diri dengan selalu melakukan intospeksi diri dan belajar dari kesalahan.

Persahabatan Sejati
Pesan moral yang paling penting dalam film Stand By Me Doraemon adalah tentang persahabatan sejati, dimana digambarkan Doraemon selalu mau membantu Nobita, dan selalu memberikan semangat pada saat Nobita sedang mengalami masalah. Selain itu dalam cerita persahabatan ini, tersisipkan pesan pula bahwa sahabat sejati adalah sahabat yang selalu mengedepankan ketulusan.

sumber: http://www.spesialtips.com/


Senin, 04 April 2011

MAN 2 Model Kembali Mengukir Prestasi


Madrasah Aliyah Negeri 2 Model MAKASSAR

DERETAN kejuaraan berhasil disabet oleh M2M Makassar dalam ajang perlombaan Biology Open Day (BODY) yang diselenggarakan oleh UNM, tanggal 7-10 November 2007 lalu. Lomba yang berhasil disabet pun gak tanggung-tanggung loh dan cukup menantang.
Sebut saja, lomba akustik. The Cloud Band yang merupakan band andalan M2M Makassar ini kembali mengukir prestasi dan mampu menunjukkan keterampilan bermusik.
Band yang membawakan lagu wajib berjudul "More Than Words" dan lagu bebas berjudul "Bunda" ini akhirnya menghantarkan mereka sebagai sang juara dan berhasil menyingkirkan band-band lain dari berbagai sekolah.
Sekedar info nih, ternyata bulan Agustus lalu mereka juga baru aja mewakili band pelajar Sulsel loh dalam ajang solidaritas putih abu-abu di Yogyakarta. Makanya, gak heran deh kalo musikalisasi the cloud band gak perlu diragukan lagi. Wah, bravo deh buat mereka.
Selain itu, juara II lomba cepat-tepat biologi juga berhasil diraih oleh Azinal Reza dan A Albian Misuari. Meskipun dengan persiapan kurang lebih selama dua minggu, namun mereka sempat mengalahkan salah satu tim dari sekolah unggulan yang ada di Sulsel loh. Wah, hebat dong! Dua tim mading skul ini pun gak mau kalah nih.
Kedua-duanya juga berhasil menyabet juara ketiga dalam lomba mading dengan tema "Pendidikan Gratis". Tim mading pertama membuat karya mading dengan versi bebas.Tentunya, masing-masing punya keunikan dan kelebihan tersendiri dengan peserta lainnya.
Dalam perlombaan tersebut, selain mendapatkan sebuah pengalaman. Mereka juga dapat saling berkenalan dan sharing akan banyak hal dengan peserta lain dari berbagai sekolah di Sulsel. Bahkan, ada juga yang bernostalgia loh karena saking seringnya ketemu dalam ajang perlombaan.
"Kita senang banget bisa berpartisipasi dalam lomba ini. Meskipun ada sedikit rasa kecewa terhadap ketidaktransparansiasi dari panitia. Tapi kami sudah semaksimal mungkin dan menerimanya dengan besar hati," ujar salah satu dari siswa M2M tersebut.
"Kita sudah sangat bersyukur dengan apa yang dicapai oleh para siswa dalam perlombaan tersebut. Kita selalu berupaya untuk memberi bimbingan, dorongan, dan motivasi agar prestasi mereka jauh lebih bagus lagi nantinya," ujar Kepala Sekolah M2M Makassar, Drs. Ahmad Hasan.

Dokumentasi KeKer Fajar (2007)

Jumat, 01 April 2011

Kisah Seorang Pelajar Jerman yang Berjuang untuk Shalat

Monday, 05 October 2009

Perjuangan seorang pelajar Muslim agar bisa shalat di sekolah akhirnya berhasil. Pengadilan menetapkan sekolah harus memberikan hak beribadah kepadanya.

Hidayatullah. com--Sebagian Muslim ada menyepelekan kewajiban shalat, meskipun berada dalam kondisi sangat memungkinkan untuk shalat. Mereka menundanya atau bahkan tidak melaksanakan kewajiban itu.

Namun, tidak demikian halnya dengan pemuda Jerman satu ini. Baginya shalat di mana pun harus tetap dilaksanakan. Pemuda itu namanya Yunus M., berusia 16 tahun. Ia mengajukan tuntutan hukum terhadap sekolahnya, karena ingin diperbolehkan shalat di sekolah.

Tuntutan hukum seperti itu pertama kalinya terjadi di Jerman. Mengacu kepada kebebasan beragama, pengadilan adminstrasi di Berlin akhirnya menetapkan keputusan banding ketiga pada Selasa (29/9) bahwa shalat yang dilakukannya tidak mengganggu operasional sekolah.

Pengadilan mengatakan, hak dasar kebebasan beragama tidak hanya mengacu pada kebebasan internal sebuah kepercayaan, tapi juga kebebasan eksternal untuk melakukannya, termasuk di dalamnya adalah berdoa -- dalam hal ini shalat. Hal itu (kebebasan beragama) tidak terlaksana jika murid yang taat itu hanya diperbolehkan shalat di luar sekolah.

Jurubicara pengadilan, Stephen Groscurth mengatakan bahwa dengan kasus itu, “Siswa-siswa Muslim lainnya bisa merujuk pada kasus itu." Ini berarti, pengadilan akan menangani tuntutan semacam itu kasus per kasus, demikian jelasnya.

Sekolah dengan demikian berkewajiban memperbolehkan Yunus untuk shalat dalam ruangan terpisah, di luar jam pelajaran selama 10 menit.

Direktur sekolah, Brigitte Burchardt, mengatakan bahwa dirinya kecewa atas keputusan itu. Menurutnya, keputusan itu mendahulukan lainnya dan operasional sekolah tidak bisa berjalan semestinya.

“Ada delapan lagi murid yang mengajukan perlakuan serupa. Saya tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya,� demikian katanya.

"Saya harus memperhatikan hak 650 murid," kata Burchardt. Sekitar 90 persen berlatar belakang imigran. Semua agama besar belajar di sekolah menengah Diesterweg di Berlin-Wedding itu.

Namun hakim yang memutuskan perkara, Uwe Wegener, berpendapat, ia tidak melihat adanya bahaya yang parah jika ada banyak siswa yang menuntut ruang untuk shalat.

Wegener juga mengatakan, ia tidak menemukan dalam kasus ini bahwa shalat yang dilakukan Yunus bisa menyebabkan atau memperparah konflik di kalangan siswa dari berbagai agama dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Senat Pendidikan di Berlin mengatakan ketakutannya bahwa keputusan itu akan memaksa sekolah-sekolah umum untuk melepaskan netralitasnya dan bisa jadi "pengkotakan berdasarkan agama" akan terbentuk.

"Meskipun demikian, tentu saja pihak sekolah akan tetap melaksanakan keputusan pengadilan," kata pihak Senat.

Ketua dari dewan yang mewakili pemerintah kota dan wali murid, Andre Schindler, mengatakan, organisasinya khawatir keputusan hakim itu akan mengurangi keinginan siswa Muslim berbaur dengan yang lain. Dewan itu mengusulkan Senat Pendidikan Berlin untuk mengajukan banding.

Tapi pihak senat mengatakan, pihaknya akan banding setelah mengkaji keputusan yang ditulis hakim tersebut.

Pendapat pakar

Wegener mengatakan, Yunus telah berhasil memberikan bukti yang bisa diterima, yaitu kewajiban agama bagi dirinya untuk melaksanakan shalat lima waktu. Ia tidak melihat kemungkinan untuk tidak melakukan shalat selama berada di sekolah. “Hal itu tidak mungkin dilakukannya,� kata Wegener.

Pengadilan mendasari keputusannya pada pendapat pakar Islam.

Pakar Islam dan profesor hukum dari Universitas Nuremburg-Erlangen, Mathias Rohe, memberikan kesaksian sebagai seorang pakar dalam persidangan.

Rohe mengatakan kepada pengadilan bahwa apa yang diminta Yunus merupakan bagian dari ajaran Islam, yang berarti merupakan bagian dari kebebasan beragama.

Rohe mengatakan, itu bukanlah kasus dari seorang ektremis yang ingin melaksanakan sesuatu "dengan cara apapun."

Kasus ini pertama kali merebak di tahun 2007 ketika kepala sekolah, yang sangat memegang teguh tradisi sekular, melarang Yunus dan kawan-kawannya untuk shalat.

Tidak terima dengan larangan itu, pemuda yang beribukan wanita Turki dan ayah seorang Jerman --yang kemudian memeluk Islam-- itu akhirnya mengajukan tuntutan ke pengadilan. Dan ia menang.

Pada keputusan pengadilan sebelumnya Maret 2008, pengadilan memerintahkan kepada pihak sekolah agar memperbolehkan remaja itu shalat satu kali selama jam istirahat sekolah. Sejak itu, sekolah mengizinkannya untuk shalat di sebuah ruangan khusus yang disediakan, selama 10 menit dalam sehari.

Sebelumnya, Yunus melakukan shalat di lorong sekolah dengan beralaskan jaket, sementara siswa-siswa lain yang berlalu-lalang menyaksikan apa yang dilakukannya.

Islam dan Eropa

Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389), yang memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu.

Lima tahun setelah runtuhnya Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah, Abdurrahman I yang bergelar Al-Dakhil berhasil mendirikan Kekhalifahan Umayyah baru di daratan Eropa.

Pada masa kepemimpinan Abdurrahman III, di pusat pemerintahan berdiri Universitas Cordoba. Menurut Sejarawan Said Al-Andalusi, sang Khalifah juga mendirikan perpustakaan megah dengan koleksi buku yang sangat melimpah. Ia menempatkan para sarjana kedokteran dan ilmu pengetahuan lainnya dalam posisi yang tinggi serta terhormat.

Saat itu, kota Cordoba dikenal sebagai salah satu pusat ilmu kedokteran dan filsafat berpengaruh di dunia, setelah Baghdad. Dukungan para penguasa itu telah mendorong ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang begitu pesat di Kekhalifahan Umayyah Spanyol.

Banyak pakar sejarah dan sosiologi menilai, Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.

Dalam beberapa survei terbaru, di sebagian besar negara-negara Eropa, agama Islam kini telah menjadi agama terbesar kedua dan keberadaanya telah “diakui� pemerintah. Salah satu negara Eropa yang memiliki penduduk Muslim besar adalah Jerman, dengan jumlah berkisar 3.7 juta jiwa.

Fenemona yang cukup menarik ketika umat Islam mendapat perlakuan diskriminatif akibat kasus WTC 11 September, justru bahwa tingkat konversi orang-orang Jerman terhadap Islam cukup tinggi.

Majalah ternama Jerman Der Spiegel pernah menyebutkan bahwa bulan Juli 2004 dan Juni 2005 saja terdapat sekitar 4000 orang di Jerman masuk Islam. Kebanyakan para muallaf berasal dari kalangan terpelajar.

Komunitas Muslim jumlahnya mencapai 5% dari total populasi Jerman. Populasi Protestan mencapai 33% dan Katolik 33% dari keseluruhan jumlahnya penganut Kristen yang berjumlah sekitar 55 juta orang. Kaum Muslim di Jerman kebanyakan dianut oleh keturunan imigran dari Turki.

Menurut laporan majalah Focus, sejak 2004 jumlah masjid di Jerman terus bertambah. Hingga kini tercatat ada 159 masjid. Itu belum termasuk 184 masjid yang tengah dibangun dan 2.600 ruangan yang disewa untuk kepentingan ibadah umat Islam. Fenomena Yunus, mungkin hanya kasus awal bagaimana geliat warga Eropa menemukan Islam.

Sumber : www.hidayatullah. com

Minggu, 20 Maret 2011

Forum Pembaca KOMPAS : Cara Makassar Mengatasi Tawuran


Oleh Nasrullah Nara
http://cetak.kompas.com

Upaya menghapus stigma Makassar sebagai kota yang lekat dengan tawuran pelajar dan aksi kekerasan mahasiswa terus digalakkan oleh jajaran terkait. Salah satunya adalah Lomba Istilah Ilmiah yang digelar. Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan institusi pendukung Gerakan Makassar Gemar Membaca.

Dihadiri Duta Baca Katon Bagaskara, lomba yang melibatkan 360 siswa SMA dan sederajat tersebut berakhir Kamis (5/6) malam di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf. Adalah Deswita Tri Aryani, siswa SMA 3 Makassar, yang menang lomba tersebut, dengan menyisihkan dua finalis lainnya, Dewi Pusparini (SMA 21 Makassar) dan Azinal Reza (Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Makassar). Selain trofi, Deswita juga meraih hadiah senilai Rp 5 juta.

Lomba Istilah Ilmiah merupakan pengembangan dari pemilihan Duta Baca yang mensyaratkan keluasan wawasan peserta dalam berbagai bidang ilmu tentu saja diperoleh melalui membaca, baik melalui buku maupun dunia maya. Bedanya, Pemilihan Duta Baca yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir terbuka bagi mahasiswa. Adapun Lomba Istilah Ilmiah terbuka bagi siswa SMA dan sederajat.

Mekanisme Lomba Istilah Ilmiah berawal dari pemilihan siswa terbaik dari 40 SMA/MA dan SMK yang selama ini merupakan binaan Telkomsel dalam Program "Hai Sobat". Setiap sekolah mengirimkan 3 siswa terbaik, masing-masing seorang dari kelas I, II, dan III. Dengan demikian, ada 360 siswa yang ikut adu kemampuan menguasai istilah dalam bidang Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, dan IPS/Umum.

Pada bidang Matematika, misalnya, tak hanya ditanyakan apa itu pitagoras? Tapi, juga tentang riwayat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula hukum pascal pada bidang Fisika.

Babak penyisihan

Pada babak penyisihan 21-22 Mei lalu, jumlah peserta terus mengerucut menjadi 3 orang melalui seleksi yang melibatkan tim juri dari Bimbingan Belajar Gadjah Mada. Akhirnya, tinggallah tiga finalis yang maju ke babak final. Ketiga finalis tidak hanya diuji oleh tim juri definitif, melainkan juga oleh tim juri "dadakan" terdiri atas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, anggota DPR Anwar Arifin dan Marwah Daud Ibrahim, Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Brigjen TNI Wibowo, serta General Manager Sales and Costumer Service Telkomsel Sulawesi, Maluku, dan Papua M Hasbi Hasibuan.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengakui, lomba tersebut merupakan upaya membangun gerakan intelektualisme di kalangan generasi muda. Tujuannya tak lain adalah mewujudkan tatanan masyarakat yang beradab, harmoni, mengedepankan dialog ketimbang pertengkaran dan aksi kekerasan.

Lomba tersebut merupakan pengembangan dari Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) yang kali ini memasuki tahun ketiga. Atas gebrakan tersebut, Wali Kota Makassar sempat mendapat penghargaan Widya Pustakaloka dari Wapres M Jusuf Kalla.

Sejak tahun 2006, melalui Gerakan Makassar Gemar Membaca, tiap tahun diadakan pemilihan Duta Baca Kota Makassar yang diikuti mahasiswa perwakilan semua perguruan tinggi di kota berpenduduk 1,3 juta ini.

Para Duta Baca Makassar dihadirkan dalam babak final, termasuk duta baca tahun lalu, Hannyah, mahasiswi Kedokteran Universitas Hasanuddin. Selama ini, Hannyah giat terjun ke pelosok kota untuk menggalang minat baca masyarakat, melalui pendirian taman-taman baca.

"Komunitas Bloggers Mengadakan Online Gathering dan Diskusi dengan Tema Melestarikan Hutan Lewat Adopsi Hutan"

Ada yang menarik tanggal 2 Oktober 2020 kemarin. Komunitas Bloggers menyelenggarakan Online Gathering dan diskusi menarik mengen...