Oleh Nasrullah Nara
http://cetak.kompas.com

Upaya menghapus stigma Makassar sebagai kota yang lekat dengan tawuran pelajar dan aksi kekerasan mahasiswa terus digalakkan oleh jajaran terkait. Salah satunya adalah Lomba Istilah Ilmiah yang digelar. Pemerintah Kota Makassar bekerja sama dengan institusi pendukung Gerakan Makassar Gemar Membaca.

Dihadiri Duta Baca Katon Bagaskara, lomba yang melibatkan 360 siswa SMA dan sederajat tersebut berakhir Kamis (5/6) malam di Balai Prajurit Jenderal M Jusuf. Adalah Deswita Tri Aryani, siswa SMA 3 Makassar, yang menang lomba tersebut, dengan menyisihkan dua finalis lainnya, Dewi Pusparini (SMA 21 Makassar) dan Azinal Reza (Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Makassar). Selain trofi, Deswita juga meraih hadiah senilai Rp 5 juta.

Lomba Istilah Ilmiah merupakan pengembangan dari pemilihan Duta Baca yang mensyaratkan keluasan wawasan peserta dalam berbagai bidang ilmu tentu saja diperoleh melalui membaca, baik melalui buku maupun dunia maya. Bedanya, Pemilihan Duta Baca yang sudah berlangsung tiga tahun terakhir terbuka bagi mahasiswa. Adapun Lomba Istilah Ilmiah terbuka bagi siswa SMA dan sederajat.

Mekanisme Lomba Istilah Ilmiah berawal dari pemilihan siswa terbaik dari 40 SMA/MA dan SMK yang selama ini merupakan binaan Telkomsel dalam Program "Hai Sobat". Setiap sekolah mengirimkan 3 siswa terbaik, masing-masing seorang dari kelas I, II, dan III. Dengan demikian, ada 360 siswa yang ikut adu kemampuan menguasai istilah dalam bidang Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, dan IPS/Umum.

Pada bidang Matematika, misalnya, tak hanya ditanyakan apa itu pitagoras? Tapi, juga tentang riwayat dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pula hukum pascal pada bidang Fisika.

Babak penyisihan

Pada babak penyisihan 21-22 Mei lalu, jumlah peserta terus mengerucut menjadi 3 orang melalui seleksi yang melibatkan tim juri dari Bimbingan Belajar Gadjah Mada. Akhirnya, tinggallah tiga finalis yang maju ke babak final. Ketiga finalis tidak hanya diuji oleh tim juri definitif, melainkan juga oleh tim juri "dadakan" terdiri atas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, anggota DPR Anwar Arifin dan Marwah Daud Ibrahim, Kepala Staf Kodam VII Wirabuana Brigjen TNI Wibowo, serta General Manager Sales and Costumer Service Telkomsel Sulawesi, Maluku, dan Papua M Hasbi Hasibuan.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengakui, lomba tersebut merupakan upaya membangun gerakan intelektualisme di kalangan generasi muda. Tujuannya tak lain adalah mewujudkan tatanan masyarakat yang beradab, harmoni, mengedepankan dialog ketimbang pertengkaran dan aksi kekerasan.

Lomba tersebut merupakan pengembangan dari Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM) yang kali ini memasuki tahun ketiga. Atas gebrakan tersebut, Wali Kota Makassar sempat mendapat penghargaan Widya Pustakaloka dari Wapres M Jusuf Kalla.

Sejak tahun 2006, melalui Gerakan Makassar Gemar Membaca, tiap tahun diadakan pemilihan Duta Baca Kota Makassar yang diikuti mahasiswa perwakilan semua perguruan tinggi di kota berpenduduk 1,3 juta ini.

Para Duta Baca Makassar dihadirkan dalam babak final, termasuk duta baca tahun lalu, Hannyah, mahasiswi Kedokteran Universitas Hasanuddin. Selama ini, Hannyah giat terjun ke pelosok kota untuk menggalang minat baca masyarakat, melalui pendirian taman-taman baca.
|
This entry was posted on 04.32 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

0 komentar: