Pintu-pintu Surga - Kajian Tafsir Hadits
12.27 | Author: Belajar Islam

Allah berfirman,
“Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintu telah terbuka.”
(QS. Az-Zumar : 73)

Menurut para ulama, pintu surga itu ada delapan. Mereka berpedoman pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Umar ibnul-Khattab bahwa Nabi saw bersabda, “Setiap orang di antara kalian yang setelah berwudhu dengan sempurna lalu membaca Asyhadu Anla Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Wa Rasuluh (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus rasul utusan-Nya), niscaya dibukakan untuknya kedelapan pintu surga. Ia bisa masuk dari pintu yang mana pun yang ia inginkan.”

Mengenai masing-masing pintu surga tersebut juga disebutkan dalam hadits pada kitab Al-Muwatha’, Shahih Bukhari, dan Shahih Muslim bersumber dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menafkahkan sepasang harta pada jalan Allah, niscaya akan ada malaikat yang menyeru dalam surga, ‘Hai hamba Allah, apa yang kamu lakukan itu baik sekali!’ Maka barangsiapa yang tergolong rajin shalat, ia akan diseru dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk orang yang gemar bersedekah, ia akan diseru dari pintu sedekah. Barangsiapa masuk kelompok orang yang suka berpuasa, ia akan diseru dari pintu ar-Rayyan.” Abu Bakar bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap orang akan diseru dari pintu-pintu tersebut?” Beliau menjawab, “Benar, dan aku berharap kamu termasuk di antara mereka.”

Kata al-Qadhi Iyadh, “Dalam hadits tadi, yang disebutkan oleh Muslim baru empat pintu saja. Selebihnya adalah pintu tobat, pintu orang-orang yang menahan amarah, pintu orang-orang yang ridha, dan pintu kanan tempat lewat orang-orang yang masuk surga tanpa dihisab.”

Tirmidzi al-Hakim dalam kitabnya Nawadhir al-Ushul menyebutkan pintu Muhammad. Tetapi, itulah yang terkenal dengan sebutan pintu rahmat atau pintu tobat. Sejak diciptakan oleh Allah, pintu surga yang satu ini selalu terbuka alias tidak pernah dikunci. Kelak ketika matahari sudah mulai terbit dari barat, pintu ini baru ditutup sampai berlangsung hari kiamat.

Pintu-pintu yang lain dibagi atas amal-amal kebajikan. Di antaranya ada pintu untuk amal kebajikan shalat, puasa, zakat serta sedekah, haji, jihad, silaturahmi, dan umrah. Dengan adanya tambahan tiga pintu yang terakhir tadi, maka jumlah pintu surga menjadi sebelas. Demikian atsar riwayat Ibnul Jauzi.

Diriwayatkan oleh al-Ajiri dalam kitabnya An-Nashihat alias Abul Hasan bahwa Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu bernama pintu adh-Dhuha. Pada hari kiamat nanti ada malaikat yang menyeru, ‘Mana orang-orang yang tekun menunaikan shalat dhuha? Inilah pintu kalian. Masukilah.’”

Bukti lain yang menunjukkan bahwa pintu surga itu lebih dari delapan ialah hadits Umar ibnul-Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian ia mengucapkan Asyhadu Anla La Ilaha Illallaha Wahdahu La Syarika Lahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Wa Rasuluhu (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata yang tidak memiliki sekutu sama sekali, dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus rasul utusan-Nya), dengan jujur dari dalam batin atau hatinya, niscaya pada hari kiamat nanti akan dibukakan untuknya delapan pintu di antara pintu-pintu surga. Ia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia inginkan.”

Hadits tersebut juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dan oleh lainnya. Abu Umar bin Abdul Barr dalam kitabnya At-Tamhid mengatakan, “.....niscaya dibukakan untuknya di antara pintu-pintu surga.” Sementara Abu Daud, an-Nasa’i, dan Ibnu Sanjar menuturkan, “…..niscaya dibukakan untuknya kedelapan pintu surga”, tanpa ada kalimat di antara. Berdasarkan hal ini, berarti jumlah pintu surga itu hanya delapan, seperti yang dikatakan oleh banyak ulama.

Diriwayatkan oleh Muslim, dari Khalid bin Umair bahwa ketika menjabat sebagai gubernur Basrah, Uthbah bin Ghazawan pernah berpidato di tengah-tengah mereka. Setelah memanjatkan puja dan puji ke hadirat Allah ia mengatakan, “........ Rasulullah menuturkan kepada kita bahwa luas antara dua daun pintu di antara pintu-pintu surga adalah sejauh perjalanan empat puluh tahun. Dan, pasti akan datang pada suatu hari di mana orang-orang harus berdesakan untuk masuk.... “

Diriwayatkan oleh Muslim dari Anas sebuah hadits tentang syafaat, “.... Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu di antara pintu-pintu surga seperti jarak perjalanan antara Mekah dan Hajar, atau antara Mekah dan Basrah.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu dari umatku masuk surga. Sebagian mereka saling berpegangan dengan sebagian yang lain. Yang pertama di antara mereka tidak mau masuk sebelum yang terakhir di antara mereka masuk. Wajah mereka seperti bentuk rembulan purnama.”

Hadits-hadits shahih tadi menunjukkan bahwa pintu surga itu lebih dari delapan. Bahkan, berdasarkan riwayat sampai yang terakhir tadi. Jumlahnya sudah menjadi enam belas.

Penulis kitab Al-Arus mengutip sebuah hadits riwayat riwayat ad-Dailami dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda, “Surga itu memiliki sebuah pintu yang bernama Al-Farah. Yang bisa memasuki pintu tersebut hanya orang yang suka membikin gembira anak-anak.”

Adapun mengenai riwayat yang menerangkan tentang luasnya pintu surga, mungkin yang dimaksud ialah bahwa sebagian pintu surga itu ada yang luasnya sekian, ada yang sekian, dan seterusnya. Jadi, semua riwayat tersebut sama sekali tidak saling bertentangan.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sahal bin Sa’ad bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu bernama Ar-Rayyan, tempat lewat orang-orang yang berpuasa. Mereka masuk dari pintu tersebut. Apabila orang yang terakhir di antara mereka masuk, pintu tersebut ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang bisa masuk melewatinya.”

Menurut saya, demikian pula dengan pintu-pintu lain yang dikhususkan bagi amal-amal kebajikan. Wallahu a’lam.

Disebutkan dalam sebuah hadits Abu Hurairah, “Sesungguhnya di antara manusia ada orang yang diseru dari semua pintu surga.” Ada yang mengatakan, seruan tersebut merupakan seruan penghormatan dan balasan bagi orang yang telah melakukan berbagai amal kebajikan yang masing-masing memang punya pintu tersendiri.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bertanya, “Siapa di antara kalian yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Beliau bertanya, “Siapa di antara kalian yang hari ini mengantarkan jenazah?” Abu Bakar menjawab, “Saya”. Beliau bertanya “Siapa di antara kalian yang hari ini memberikan makan kepada seorang miskin?” Abu Bakar menjawab, “Saya”. Beliau bertanya “Dan, siapa di antara kalian yang hari ini menjenguk orang yang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya”. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang melakukan semua itu niscaya ia masuk surga.”

Diriwayatkan oleh Abu Daud ath-Thayalisi dalam kitabnya Musnad Abi Daud ath-Thayalisi, dari Ja’far bin Zubair al-Hanafi, dari al-Qasim budak Yazid bin Mua’wiyah, dari Abu Umamah bahwa Rasulullah bersabda, “Seseorang lelaki dibawa ke depan pintu surga. Ketika mengangkat kepala, ia melihat tulisan pada pintu surga, ‘Satu sedekah dibalas sepuluh kali lipat, dan satu piutang dibalas delapan belas kali lipat.’ Soalnya seseorang yang datang kepada kamu untuk berutang itu karena ia sangat butuh, sementara sedekah terkadang bisa saja kamu berikan kepada orang yang sebenarnya tidak membutuhkannya.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam kitabnya Sunan Ibn Majah, dari Abdullah bin Abdul Karim, dari Hisyam bin Khalid, dari Khalid bin Yazid bin Abu Malik, dari ayahnya, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Pada malam aku diisrakan, aku melihat tulisan pada sebuah pintu surga, ‘Satu sedekah dibalas sepuluh kali lipat, dan satu piutang dibalas delapan belas kali lipat.’ Aku bertanya kepada Jibril, ‘Kenapa memberikan utang itu lebih utama daripada bersedekah?’ Jibril menjawab, ‘Karena orang yang meminta itu bisa jadi ia sudah punya. Tetapi, orang yang mengajukan utang itu pasti karena sangat membutuhkan.’”

Sumber :






















Judul Asli        : At-Tadzkirat Bi Ahwali al-Mauta wa Umur al-Akhirat
Penulis             : Imam Al-Qurthubi
Penerjemah      : Abdur Rosyad Shiddiq
Penerbit           : Akbar Media - Khazanah Buku Islam Rujukan

Yuk sahabat sekalian, mari qt perbanyak do'a kepada Allah. Sungguh Allah SWT sangat menyukai orang yang selalu berdoa penuh harap dalam meminta kepada-Nya..

This entry was posted on 12.27 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 komentar:

On 13 September 2016 01.11 , Ucep Supardi mengatakan...

"orang yang memberi piutang dan yang menghutang tidak mampu membayarnya maka ini adalah satu amalan ibadat sebagai tiket masuk syurga asalkan ikhlas lillahi ta'ala".

 
On 13 September 2016 01.59 , Ucep Supardi mengatakan...

"orang yang memberi piutang dan yang menghutang tidak mampu membayarnya maka ini adalah satu amalan ibadat sebagai tiket masuk syurga asalkan ikhlas lillahi ta'ala".